Skip to main content

Manfaatkan Hidroponik dan Tenaga Magang Kemenaker, Rutan Bengkulu Berkontribusi Wujudkan Asta Cita Presiden

Manfaatkan Hidroponik dan Tenaga Magang Kemenaker, Rutan Bengkulu Berkontribusi Wujudkan Asta Cita Presiden
Manfaatkan Hidroponik dan Tenaga Magang Kemenaker, Rutan Bengkulu Berkontribusi Wujudkan Asta Cita Presiden

Bengkulu- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi pengolahan lahan pertanian. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang ditempatkan di Rutan Bengkulu sebagai bagian dari program penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan lingkungan pemasyarakatan.

Program pengolahan lahan pertanian ini sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menghadapi tantangan global, termasuk keterbatasan lahan, perubahan iklim, serta kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat. Rutan Bengkulu pun berperan aktif sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap program strategis nasional.

Dalam pelaksanaannya, tenaga magang Kemenaker dilibatkan secara langsung dalam pengolahan lahan pertanian yang tersedia di lingkungan Rutan Bengkulu. Para peserta magang bekerja sama dengan pembina kemandirian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan, untuk mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup perencanaan, penanaman, perawatan, hingga pemanenan hasil pertanian.

Berbagai metode penanaman diterapkan untuk mengoptimalkan hasil pertanian, termasuk metode konvensional dan inovatif. Salah satu metode unggulan yang dikembangkan adalah sistem hidroponik, yang dinilai sangat efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian yang sempit. Dengan metode hidroponik, tanaman dapat tumbuh secara optimal tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan larutan nutrisi yang terkontrol, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Nanang Darmawan selaku pembina kemandirian Rutan Bengkulu menjelaskan bahwa keterlibatan peserta magang Kemenaker memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program. Selain membantu tenaga teknis di lapangan, para peserta magang juga membawa ide-ide segar serta semangat kerja yang tinggi dalam mengembangkan pertanian di lingkungan rutan. “Kami berupaya memaksimalkan potensi yang ada, termasuk memanfaatkan lahan terbatas dengan teknologi pertanian sederhana seperti hidroponik,” ujar Nanang Darmawan.

Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga memberikan manfaat edukatif bagi para peserta magang. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan pertanian terpadu di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memahami peran rutan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa lembaga pemasyarakatan mampu bertransformasi menjadi institusi yang produktif dan berdaya guna.

Dengan optimalisasi tenaga magang Kemenaker dan penerapan berbagai metode pertanian, Rutan Bengkulu berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi antara kementerian, lembaga pemasyarakatan, dan sumber daya manusia muda dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Dibaca 5 kali

Facebook comments